Aku berteriak meyuarakan herd stupidity karena aku dibully dengan kalimat itu, sehingga sungguh kejam dunia ini menghina orang dengan mudah tanpa memikirkan perasaan orang lain. Jadi bayangkan saja kamu mendapatkan penghinaan karena kesejahteraanmu yang rendah, statusmu yang bekerja sukarela, pendidikanmu yang belum selesai, penyakitmu, dan pengetahuanmu. Maka dengan keadaanmu yang lemah maka banyak orang akan mudah menghinamu, karena kamu tidak memiliki aktivitas sehari-hari, aktivitas yang kurang banyak, atau aktivitasmu yang terlalu banyak.
Penguasa sudah seperti petir agung yang siap menyambar seluruh musuhnya dan anak buahnya sendiri, karena hal penting adalah menghilangkan musuh, kemudian yang dilakukan oleh penguasa itu justru berserah diri menghadapi luasnya dunia sehingga persiapan menyambar seluruh musuh gagal, maka penguasa melakukan pembagian tugas kepada keturunannya dengan syarat. Hari berlalu telah terjadi pembagian yang tidak adil kemudian terjadi kembali tragedi penguasa petir dan musuhnya, maka tidak ada titik akhir cerita penguasa, penguasa yang terus menghina untuk menjatuhkan orang lain, karena penguasa memiliki kekuasaan sampai dengan kegiatan yang banyak yang dikuasai.
Aku menjadi perbincangan oleh orang lain sampai dengan waktu matahari untuk tenggelam, ketika itu seseorang datang mengaku untuk menghilangkan herd stupidty hanya dengan berpuasa. Aku mempercayai sampai dengan melakukan segala bentuk puasa kemudian aku berpikir ini adalah cara yang lebih benar tanpa harus bersusah payah mengumpulkan banyak orang untuk mendengarkan teriakan kekecewaan. Seseorang itu mencoba mendamaikan keadaan sehingga semua orang pulang ke rumah masing-masing sambil membawa ilmu. Kemudian aku mengikuti pemuda itu yang tidak berhenti menasehati orang lain dari satu rumah ke rumah lain, sambil membawa sebutir buah pemuda itu selalu diterima untuk memberikan nasihat sampai ke dalam rumah. Kemudian aku pulang ke rumah untuk tidak mengikuti langkahnya, kemudian aku membuka satu lembar kertas aku mulai menulis beberapa kata yaitu”sebenarnya ini sudah benar keadaan yang normal memang tidak setiap hari keadaan normal karena harus ada seseorang yang bijaksana yang memperbaiki keadaan kemudian ada satu hal penting juga yaitu adalah keinginan dari setiap orang untuk memperluas bidang, cakrawala, dan waktu sehingga orang bijaksana suatu saat akan mengalami kelelahan dengan terus berjalan menuju jutaan rumah. Jadi tulisan ini sebenarnya juga tidak membantu apapun karena kesadaran diri penulis tulisan ini juga terbentuk karena orang lain mungkin jika bukan manusia bisa saja makhluk lain yang mampu menyadarkan seseorang dari mimpi buruknya”
Pagi hari tiba dengan suasana yang baru aku masih melakukan puasa, kemudian aku pergi dari rumah untuk belanja makanan untuk berbuka puasa aku melihat banyak orang yang melakukan puasa sampai dengan hati manusia menjadi baik dengan membantu satu dengan yang lainnya kemudian aku melihat berbagai macam perbincangan yang bagus yang bisa dimengerti banyak orang kemudian orang lain selalu meminta izin untuk melakukan kegiatan yang serius sampai dengan banyak orang yang membantu. Aku melihat seseorang yang mengajariku puasa berada di dalam satu rumah dengan orang lain kemudian orang lainnya datang menuju satu rumah sehingga aku menyimpulkan bahwa pekerjaan seseorang yang dulu mendatangi ribuan rumah telah berubah menjadi sebaliknya yaitu menunggu orang lain datang untuk diberi nasihat.